Kelompok 1:
Jaguar Teno 1501192211
Sunafis Piero 1501185976
Yusuf Fajar 1501204445
Willy KOK 1501209080
Penerapan Knnowledge Management pada PT.UNILEVER INDONESIA
SEJARAH PT UNILEVER INDONESIA
Unilever Indonesia
didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever. Pada 22 Juli
1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Lever Brothers Indonesia dan pada 30
Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk
Di Indonesia,
Unilever bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur
dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh,
produk-produk kosmetik, dan produk rumah tangga.
PT Unilever Indonesia
(ULI), Tbk adalah salah satu perusahaan di Indonesia yang berhasil dalam
penerapan knowledge management. Misi ULI adalah "peningkatan vitalitas
hidup", hal ini dapat terpenuhi melalui produk-produk mereka yang
inovatif, unggul dan ekonomis. Untuk hal tersebut ULI sangat berkomitmen untuk
membawa ilmu pengetahuan dan dan keahlian internasional mereka untuk dapat
melayani konsumen setempat. Dari misi dan komitment tersebut ULI fokus pada
memenuhi kebutuhan pelanggan, pengembangan karyawan, dan menciptakan lingkungan
yang kondusif untuk berbagi pengetahuan.
VISI dan MISI PT UNILEVER
Visi Unilever adalah
“To become the first choice of consumer, costumer and community” yaitu
menyediakan produk bermerek dan pelayanan yang secara konsisten menawarkan nilai
dari segi harga dan kualitas, dan yang aman bagi tujuan pemakaiannya.
Misi Unilever adalah
:
- Menjadi yang pertama dan
terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi konsumen
- Menjadi rekan yang utama
bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.
- Menghilangkan kegiatan yang
tak bernilai tambah dari segala proses.
- Menjadi perusahaan terpilih
bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.
- Bertujuan meningkatkan
target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan di atas
rata-rata karyawan dan pemegang saham.
- Mendapatkan kehormatan
karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan lingkungan hidup.
Penerapan Knowledge Management di PT Unilever
Komunikasi
Pemasaran yang Bersifat One-Voice.
Maksudnya adalah,
walaupun elemen komunikasi pemasaran yang digunakan berbeda-beda dalam meraih
konsumen namun semua itu harus dapat dikoordinasi dengan cara yang tepat oleh
berbagai organisasi dan agensi yang bekerja pada elemen-elemen yang berbeda
tersebut. Komunikasi disini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan brand
awareness atau pencitraan produk yang baik saja, namun juga harus dapat
menimbulkan hasil penjualan yang baik.
Pengembangan
SDM
Karyawan merupakan
aset berharga bagi ULI, karena itu mereka membuat strategi dan sistem human
capital yang komprehensif.Beberapa hal yang dilakukan antara lain Performance
Development Program (PDP) yaitu rencana pengembangan setiap karyawan sesuai
dengan pekerjaan masing-masing. setiap pertengahan tahun PDP dimonitor
melalui Continuous Improvement Discussion (CID) untuk membahas hal-hal
yang perlu dilakukan untuk pengembangan karyawan.
Budaya
Coaching
Budaya coaching
disini dilakukan dengan menempatkan senior manager untuk menjadi coach suatu
department. Sebelum menjadi coach, mereka dibekali dengan pelatihan dan teknik
coaching. Untuk budaya coaching ini diberi nama Building Leaders as
Generative Coaches.
Budaya
Sharing Knowledge
ULI menuntut senior
manager menjadi learning champion yang dengan sukarela membagi pengetahuan
karena mereka adalah ahli dalam bidangnya. Hal-hal yang dilakukan ULI adalah:
- Learning award bagi management
dan karyawan yang berkontribusi aktif dalam berbagi pengetahuan dan
pengalaman.
- Retrospect berupa program
penulisan tacit yang diperoleh dari pengalaman para karyawan, dan bagi
yang dianggap baik akan dipublikasikan di situs departemen mereka.
- SOLAR (Share of Learning
and Discussion) ajang dimana pimpinan luar ULI datang sebagai narasumber
- Good idea merupakan inisiatif
yang memfasilitasi karyawan (dengan berbagai level) untuk menyampaikan ide
sederhana (dalam bentuk apapun) yang memiliki dampak besar bagi
organisasi.
Strategi
Teknologi Informasi
PT unilever
menjalankan Komunikasi pasar terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC).
Strategi ini merupakan upaya perusahaan untuk memadukan dan mengkoordinasikan
semua saluran komunikasi untuk menyampaikan pesannya secara jelas, cara untuk
mendekatkan diri dengan customer agar customer lebih mengenal produk dan
perusahaan.
Fasilitas untuk knowledge sharing
Beberapa fasilitas
yang dibangun ULI adalah:
- Learning Centre di
Mega Mendung puncak dengan kelas dan e-learning.
- Knowledge Club Online dan
Online Library yang berupa database pengetahuan dan perpusatakaan online
- Intranet yang berisi semua
aktivitas dan informasi organisasi terutama scoreboard yang berisi progres
pencapaian kinerja organisasi.
Tujuan Penerapan Knowledge Management Terhadap PT
Unilever
Implementasi knowledge
management atau manajemen pengetahuan akan memberikan pengaruh positif
terhadap proses bisnis perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung,
beberapa manfaat knowledge management atau manajemen
pengetahuan bagi perusahaan Unilever antara lain:
- Penghematan waktu dan biaya.
Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka
perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks
yang lainnya, sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
- Peningkatan aset pengetahuan.
Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahaan kepada setiap karyawan untuk
memanfaatkannya, sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan
perusahaan akan meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi
akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan
kompetensinya.
- Kemampuan beradaptasi.
Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan
bisnis yang terjadi.
- Peningkatan produktfitas.
Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk
yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan
meningkat.
Pengembangan Knowledge Management di PT Unilever
Salah satu keunggulan
Unilever Indonesia dalam mengembangkan Knowledge Management maupun menciptakan
Learning Organization adalah kemampuannya dalam menciptakan berbagai program
pembelajaran yang unik dan menarik. Awalnya program ini ada yang merupakan
usulan karyawan, sebuah ide yang secara tidak sengaja disampaikan dalam sebuah
pembicaraan maupun hasil dari analisa kebutuhan untuk memanfaatkan berbagai
media yang ada.
Program pembelajaran
yang dirancang antara lain:
1.
Sharing Pengetahuan
Sharing ini bersifat
mendalam dengan menghadirkan tokoh-tokoh di perusahaan.
- Knowledge Club à adalah sebuah talk show
menghadirkan nara sumber dari top management atau senior manager di mana
mereka berbagi banyak hal mulai dari keahlian khsusus, pengetahuan teknis
dan non teknis, pengalaman pribadi dan berbagai hal lainnya untuk menjadi
sebuah pembelajaran bagi seluruh karyawan yang mendengarkan.
- Retrospect à sebuah proses melakukan kilas balik
atau retrospeksi atas apa yang sudah dilakukan di masa lalu. Topik yang
dibahas terutama project-project yang dilakukan perusahaan baik yang
berhasil maupun gagal. Jika berhasil akan menjadi catatan bagi generasi
penerus untuk keberhasilan yang lebih besar di masa mendatang. Sedangkan
dari project yang gagal semua orang belajar pelajaran apa yang dapat
dipetik dari kegagalan tersebut sehingga dapat dihindari di masa
mendatang. Retrospect dilakukan lewat talk show dan kemudian hasilnya dirangkum
dalam sebuah dokumen learning dengan gaya pembahasan berupa artikel bisnis
sebagai dokumen berharga bagi generasi selanjutnya di perusahaan.
2.
Sharing Informal
- SOLAR (Share of Learning and Result) à program
ini dirancang agar siapa saja bisa memberikan sharing pengetahuan dan
pengalaman terutama yang berkaitan pekerjaan atau mendukung seseorang
untuk berkarya lebih baik lagi. Selain memanfaatkan kontributor dari para
internal trainer di perusahaan juga sesekali mengundang pembicara tamu.
- GLAD (Group Learning and Development) à adalah
proses sharing dari karyawan yang lebih senior kepada adik-adiknya tentang
dunia kerja, pengalaman pribadi, maupun tips-tips dalam menjalani
tantangan di pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
- Video Café à sebuah program unik di mana para
peserta menyaksikan program video interaktif tentang berbagai topik
pengembangan diri sambil menikmati kopi hangat yang membangkitkan selera.
- Book Club à dirancang agar karyawan yang gemar
membaca mendapat wadah untuk memberikan sharing kepada karyawan lainnya
tentang pelajaran dan ilmu yang didapat dari buku-buku yang pernah
dibacanya.
3.
Online Sharing
Agar sebuah aktivitas
pembelajaran (learning) dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja, maka
hampir seluruh kegiatan di atas memiliki catatan baik berupa dokumentasi video,
rekaman suara, laporan pembahasan, maupun presentasi yang dipakai para
kontributor. Seluruh materi ini disimpan dan ditata dengan rapi dalam situs
internal perusahaan yang diberi nama K-Club yang berarti Knowledge Club. Kapanpun dan dimanapun karyawan bisa mengakses materi
tersebut untuk kemudian dijadikan referensi. Sebagai perusahaan yang
mendukung budaya belajar bagi seluruh karyawannya, tidak lengkap rasanya jika
tidak memiliki sebuah perpustakaan. Untuk itu Unilever memiliki perpustakaan
yang menyediakan berbagai buku menarik terkait bisnis dan pengembangan pribadi
bagi seluruh karyawan.
Untuk memudahkan
dibuat sistem Online Library sehingga seorang karyawan di manapun dia berada
bisa mengakses dan mencari buku yang dibutuhkan dari meja kerjanya. Dengan
sekali klik maka buku tersebut akan tercatat dan dikirimkan ke lokasi kerja
karyawan tersebut. Koleksi perpustakaan ini dilengkapi pula dengan koleksi
digital lainnya seperti e-book, ringkasan dari buku-buku bisnis maupun
ditambahkan modul-modul training yang dirancang dan dibuat sendiri oleh
karyawan.
Learning Award
Dalam melakukan
knowledge management, PT Unilever Indonesia melakukan berbagai pendekatan
program pembelajaran (Learning). Proses kegiatan pembelajaran tersebut secara
total company, Unilever Indonesia akhirnya merumuskan sebuah program yang
disebut Learning Award. Program ini mewadahi hampir seluruh kegiatan
pembelajaran di perusahaan baik yang sifatnya formal dan terstruktur maupun
yang informal dan sporadis.
Learning Award adalah
suatu sistem untuk memotivasi orang-orang yang memberikan sharing pengetahuan
dan pengalaman kepada rekan kerja yang lain. Atas kontribusi tersebut, mereka
mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah sebagai bentuk
apresiasi.
Perlu diingat disini,
apresiasi tidak harus berbentuk materi karena apresiasi tertinggi justru
dirasakan ketika seseorang merasa bisa berkontribusi banyak kepada rekan
kerjanya yang lain lewat sharing berbagai pengetahuan dan pengalaman serta
ketika dia dihargai sebagai salah satu internal trainer di perusahaan. Setiap
tahunnya ditentukan karyawan-karyawan terbaik yang berjasa besar dalam program
pembelajaran dengan pemberian penghargaan (award) tertentu seperti:
Learning Champion of The
Year
Coach of The Year
The Most Active
Contributor
The Most Valued
Contributor
Top Scorer Award
Dan secara khusus
sebagai pimpinan perusahaan akan memberikan selamat dan penghargaan yang
menciptakan kebanggaan bagi para kontributor kegiatan pembelajaran dan membuat
mereka semangat untuk lebih berkontribusi dan lebih baik lagi di tahun-tahun
berikutnya. Kegiatan ini pada akhirnya ditujukan untuk kemajuan perusahaan
agar terus menjadi terbaik.
Keunggulan
menggunakan knowledge management pada PT Unlilever Indonesia antara lain:
1. Dapat mewujudkan kreatifitas dan inovasi yang
bersumber pada pengetahuan sehingga terdorong karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.
2. Dapat meningkatan produktfitas.
Pengetahuan yang sudah didapat akan digunakan ulang untuk proses atau produk
yang akan dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.
3. Memberikan dampak positif kepada budaya di dalam PT
Unilever Indonesia yaitu budaya coaching dan Sharing Knowledge
4. Pengetahuan dalam membina hubungan baikdengan
stakeholders dan customers
5. KM ini memberikan manfaat ke seluruh komponen
framework (People, Process, Technology, Governance) sudah tersedia dan
berjalan, guna memberi manfaat dan
dukungan bagi suksesnya perusahaan.
6. Dapat meningkatkan kemampuan
beradaptasi perusahaan, karena perusahaan dapat beradaptasi dengan perubahan
lingkungan bisnis yang terjadi
7. Kemampuannya dalam menciptakan
berbagai program pembelajaran yang unik dan menarik.
Kekurangan
knowledge management tersebut, antara lain:
1.
Dibutuhkan
Knowledge-Based
Opportunities and Threats untuk membandingkanan strategi knowledge yang
dimiliki perusahaan PT.UNILEVER dengan perusahaan kompetitor lainnya.
2.
Dibutuhkan
Knowledge
management Assessment, adalah analisa sistematis untuk mengukur
kemampuan dari
Knowledge management yang ada di perusahaan pada saat ini untuk
mengetahui apakah knowledge management yg di terapkan sudah efektif dan
sudah efisien
#binus #komputerisasiakuntansi #knowledgemanagement